Suasana Pantai Manakarra benar-benar meriah saat memperingati Hari Jadi Provinsi Sulawesi Barat. Pada masa saya masih bersekolah di SD Inpres Karema, kami mengikuti pawai budaya yang diadakan di anjungan pantai tersebut, membawa berbagai tarian dan kostum tradisional Sulawesi Barat yang penuh keindahan. Udara segar pantai bercampur dengan semangat kebanggaan setiap peserta yang dengan bangga memamerkan kekayaan budaya daerah kami.
Kontingen SD Inpres Karema yang saya ikuti menampilkan tarian tradisional yang telah kami latih dengan giat selama beberapa minggu. Setiap gerakan yang kami lakukan mencerminkan nilai-nilai budaya yang telah ada sejak lama di Sulawesi Barat, mulai dari pola tari hingga ornamen pada kostum yang dibuat dengan sangat detail. Semua teman sekontingen sangat bersemangat, meskipun cuaca yang cukup panas tidak menyurutkan semangat kita untuk memberikan yang terbaik dalam memperingati hari penting bagi seluruh masyarakat Sulbar.
Salah satu momen paling berharga saat itu adalah ketika saya berfoto bersama teman saya, Andi Muh Al dzaki F. Kami berdiri di depan anjungan Pantai Manakarra dengan latar belakang papan tulis peringatan Hari Jadi Sulawesi Barat dan dekorasi yang penuh warna-warni. Wajah kita penuh senyum karena merasa bangga bisa menjadi bagian dari acara besar ini, sementara suara riuh rendah dari kerumunan penonton dan musik tradisional yang mengalun menjadi latar belakang kenangan indah itu.
Pawai budaya tersebut tidak hanya sekadar acara perayaan semata, tetapi juga menjadi sarana bagi kita sebagai anak-anak untuk mengenal dan mencintai budaya daerah sendiri sejak dini. Kami diajarkan bahwa setiap tarian, kostum, dan alat musik tradisional memiliki makna dan cerita tersendiri yang harus kita jaga dan lestarikan. Kontingen dari berbagai sekolah se-Sulawesi Barat berkumpul di sana, membuat kita semakin menyadari bahwa kita memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan patut dibanggakan.
Kenangan tentang pawai budaya di Pantai Manakarra bersama SD Inpres Karema dan teman saya Andi Muh Al dzaki F akan selalu saya simpan dalam hati. Momen itu menjadi bukti bahwa sejak masa kecil, kita sudah dapat berkontribusi dalam mempromosikan dan menghargai warisan budaya Sulawesi Barat. Semoga acara seperti ini terus diadakan setiap tahunnya agar generasi muda berikutnya juga bisa merasakan kebanggaan yang sama dalam memperingati Hari Jadi Provinsi kita tercinta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar