Jumat, 27 Februari 2026

PENERIMAAN RAPOR KELAS XI.3 DAN PERPISAHAN WALI KELAS


 Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan penerimaan rapor siswa kelas XI.3 yang dilaksanakan bersama wali kelas, Ibu Ainul Syamsi, S.S. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para siswa dan orang tua untuk mengetahui hasil belajar selama satu semester sekaligus ajang silaturahmi antara pihak sekolah dan keluarga siswa.

Dalam sambutannya, Ibu Ainul Syamsi, S.S menyampaikan rasa bangga atas perkembangan dan pencapaian siswa kelas XI.3. Beliau juga memberikan motivasi agar para siswa terus meningkatkan semangat belajar, menjaga kedisiplinan, dan mempersiapkan diri menghadapi jenjang kelas berikutnya dengan lebih matang.

Namun, kegiatan penerimaan rapor kali ini terasa istimewa sekaligus mengharukan. Selain pembagian rapor, acara juga dirangkaikan dengan momen perpisahan karena adanya pergantian wali kelas untuk kelas XII.3. Untuk tahun ajaran selanjutnya, wali kelas akan diamanahkan kepada Madaniah S.Pd Gr sebagai pendamping dan pembimbing siswa di tingkat akhir.

Pergantian wali kelas ini diharapkan dapat membawa semangat baru serta memperkuat kesiapan siswa kelas XII.3 dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk persiapan kelulusan dan rencana masa depan mereka. Para siswa pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Ainul Syamsi, S.S atas dedikasi, bimbingan, serta perhatian yang telah diberikan selama menjadi wali kelas.

Semoga kebersamaan yang telah terjalin menjadi kenangan indah, dan dengan bimbingan wali kelas yang baru, siswa kelas XII.3 dapat semakin berprestasi serta sukses meraih cita-cita.

PENGUKUHAN PANITIA PEMILIHAN KETUA OSIM MAN 1 MAMUJU


 Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan demokrasi di lingkungan madrasah, telah dilaksanakan kegiatan pengukuhan Panitia Pemilihan Ketua OSIM di MAN 1 Mamuju. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memastikan proses pemilihan berjalan dengan tertib, jujur, dan transparan.

Pengukuhan panitia dilakukan langsung oleh Pembina MPK, Hasanuddin, S.Pd, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada para siswa. Beliau menyampaikan bahwa pemilihan Ketua OSIM bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan sarana pembelajaran politik yang sehat, bertanggung jawab, dan berintegritas.

Dalam arahannya, beliau juga mengajak seluruh panitia untuk bekerja secara profesional, menjaga netralitas, serta menjunjung tinggi kejujuran demi terciptanya proses pemilihan yang adil. Semangat kebersamaan dan tanggung jawab menjadi kunci utama dalam menyukseskan pesta demokrasi di madrasah.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa, khususnya anggota MPK dan panitia yang telah dikukuhkan. Dengan adanya pengukuhan ini, diharapkan seluruh tahapan pemilihan Ketua OSIM dapat berjalan lancar serta mampu melahirkan pemimpin yang amanah dan mampu membawa MAN 1 Mamuju menuju prestasi yang lebih baik.

Semoga melalui kegiatan ini, nilai-nilai demokrasi semakin tumbuh dan berkembang di lingkungan madrasah, sehingga tercipta generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

MUHAMMAD KHAERIANSYAH ASRI,JUARA 1 PIDATO BAHASA ARAB


 Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa kelas XII.3, Muhammad Khaeriansyah Asri, yang berhasil meraih Juara 1 dalam lomba pidato Bahasa Arab dengan judul “Bencana di Indonesia Jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Lingkungan.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 18 Desember 2025 dan diikuti oleh berbagai peserta terbaik dari sejumlah sekolah.

Dalam pidatonya, Muhammad Khaeriansyah Asri menyampaikan pesan mendalam tentang berbagai bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Ia menekankan bahwa bencana tersebut bukan hanya fenomena alam semata, tetapi juga menjadi peringatan bagi manusia agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Dengan penyampaian yang fasih, penuh percaya diri, serta penguasaan Bahasa Arab yang sangat baik, ia mampu memukau para juri dan audiens. Isi pidatonya mengajak generasi muda untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga alam, mengurangi sampah plastik, menanam pohon, serta tidak merusak hutan demi kepentingan pribadi.

Keberhasilan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kelas XII.3 dan seluruh warga sekolah. Prestasi yang diraih menunjukkan bahwa kerja keras, latihan yang konsisten, serta doa dapat membuahkan hasil yang membanggakan.

Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Selamat kepada Muhammad Khaeriansyah Asri atas prestasi gemilang yang telah diraih! Teruslah menginspirasi dan berkarya demi masa depan yang lebih baik.

IBU NURLIANI RUSLI S.PD "SEJARAH INDONESIA" PERTEMUAN TERAKHIR

 

Pertemuan terakhir mata pelajaran Sejarah Indonesia bersama Ibu Nurliani Rusli di MAN 1 Mamuju menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama kami belajar di kelas ini. Tidak terasa, perjalanan panjang memahami sejarah bangsa akhirnya sampai pada titik akhir pertemuan semester ini.

Sejak awal pembelajaran, Ibu Nurliani Rusli selalu mengajarkan Sejarah Indonesia dengan penuh semangat dan dedikasi. Beliau tidak hanya menjelaskan peristiwa-peristiwa penting seperti masa penjajahan, pergerakan nasional, hingga reformasi, tetapi juga mengajak kami untuk berpikir kritis dan memahami makna di balik setiap peristiwa. Bagi beliau, sejarah bukan sekadar hafalan tanggal dan nama tokoh, melainkan pelajaran berharga untuk membentuk karakter dan rasa cinta tanah air.

Di pertemuan terakhir, suasana kelas terasa berbeda. Ada rasa haru, bangga, dan juga sedikit sedih karena kebersamaan dalam diskusi, tanya jawab, dan cerita-cerita inspiratif tentang perjuangan bangsa akan segera berakhir. Kami bersama-sama mengulas kembali materi yang telah dipelajari, mengingat momen ketika kami tertawa saat menjawab pertanyaan, hingga saat-saat serius ketika membahas perjuangan para pahlawan.

Ibu Nurliani Rusli berpesan agar kami tidak melupakan sejarah bangsa sendiri. Beliau mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan melanjutkan perjuangan dengan cara belajar sungguh-sungguh serta berkontribusi positif bagi masyarakat. Pesan tersebut menjadi penutup yang sangat bermakna bagi kami.

Pertemuan terakhir ini bukanlah akhir dari proses belajar sejarah, melainkan awal bagi kami untuk menerapkan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih, Ibu Nurliani Rusli, atas ilmu, nasihat, dan inspirasi yang telah diberikan. Semoga apa yang kami pelajari di MAN 1 Mamuju menjadi bekal berharga untuk masa depan yang lebih baik.

PERTEMUAN TERAKHIR BAHASA INGGRIS "This is not the end of everything, but the beginning of success"


Pertemuan terakhir mata pelajaran Bahasa Inggris bersama MAN 1 Mamuju dan Ibu Muliani menjadi momen yang penuh kesan bagi kami sebagai siswa. Tidak terasa, waktu berlalu begitu cepat sejak pertama kali kami belajar bersama beliau hingga akhirnya tiba di pertemuan penutup yang haru sekaligus membahagiakan.

Sejak awal semester, Ibu Muliani selalu mengajarkan Bahasa Inggris dengan penuh kesabaran dan semangat. Beliau tidak hanya fokus pada materi seperti grammar, reading, speaking, dan writing, tetapi juga sering memberikan motivasi agar kami percaya diri menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Cara mengajarnya yang santai namun tetap tegas membuat suasana kelas terasa nyaman dan menyenangkan.

Di pertemuan terakhir, suasana kelas terasa berbeda dari biasanya. Kami mengulas kembali materi-materi yang telah dipelajari, berbagi pengalaman selama proses pembelajaran, serta menyampaikan kesan dan pesan untuk Ibu Muliani. Banyak dari kami yang merasa sedih karena kebersamaan yang telah terjalin harus berakhir. Namun di sisi lain, kami juga merasa bangga karena telah melewati satu tahap pembelajaran dengan baik.

Ibu Muliani berpesan agar kami terus belajar dan tidak takut untuk mencoba berbicara dalam Bahasa Inggris. Beliau mengatakan bahwa kemampuan bahasa adalah bekal penting untuk masa depan, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Pesan tersebut sangat membekas di hati kami.

Pertemuan terakhir ini bukan hanya sekadar penutup mata pelajaran, tetapi juga menjadi kenangan indah yang akan selalu kami ingat. Terima kasih, Ibu Muliani, atas ilmu, kesabaran, dan motivasi yang telah diberikan kepada kami di MAN 1 Mamuju. Semoga apa yang telah kami pelajari dapat bermanfaat dan menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah.


 

Buka Puasa Bersama Masjid Nurul Hijrah Al Khairat Untuk mempererat hubungan antara sesama



Pada hari ini, masjid Nurul Hijrah Al Khairat kembali menyambut kedatangan jamaah untuk mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang telah menjadi bagian dari tradisi selama bulan Ramadhan ini. Sebanyak 20 orang hadir dengan antusias, datang dari berbagai kalangan usia dan latar belakang masyarakat sekitar Tasikmalaya. Suasana masjid terasa sangat hangat dengan kedatangan setiap jamaah yang saling menyapa dan bertukar sapaan salam, mencerminkan rasa kebersamaan yang tumbuh kuat di antara kita.
 
Alhamdulillah, kebaikan hati terus terpancar dari setiap jamaah, dimana sebagian besar dari mereka datang tidak hanya untuk beribadah tetapi juga dengan membawa makanan buka puasa beragam jenis. Mulai dari makanan khas Ramadhan seperti kolak, buah-buahan segar, hingga hidangan lauk pauk yang lezat, semua disediakan untuk dinikmati bersama secara gotong-royong. Tak ada yang merasa minder atau merasa lebih baik dari yang lain, karena semuanya datang dengan tujuan yang sama yaitu mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dalam bulan yang penuh berkah ini.
 
Sebelum waktu berbuka tiba tepat pada pukul Maghrib, kegiatan dzikir bersama yang telah dijadwalkan sebagai rutinitas harian di masjid ini dijalankan dengan penuh khusyuk dan keikhlasan. Pemimpin dzikir yang berpengalaman membimbing jamaah untuk mengucapkan kalimat-kalimat suci dengan irama yang merdu, sehingga suasana masjid terasa semakin penuh dengan keberkahan dan kedamaian. Dzikir bersama ini bukan hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memberikan kesempatan bagi setiap jamaah untuk saling mengenal lebih dekat dan memperkuat ikatan persaudaraan.
 
Selama proses penyajian makanan dan saat berbuka bersama, terlihat jelas bagaimana rasa kekeluargaan terjalin dengan erat di antara jamaah. Yang lebih tua dengan senang hati memberikan makanan kepada yang lebih muda, sementara para pemuda dengan tanggap membantu menyediakan minuman dan membersihkan tempat setelah makan. Tidak ada kata "milik saya" atau "milikmu", karena semua yang ada dianggap sebagai milik bersama yang harus dinikmati dan dibagikan dengan rasa syukur. Setiap orang juga berbagi cerita dan pengalaman selama menjalankan ibadah puasa, sehingga suasana menjadi semakin hangat dan penuh dengan tawa serta canda yang positif.
 
Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, pengurus masjid Nurul Hijrah Al Khairat berharap dapat semakin mempererat hubungan persaudaraan antar umat muslim di lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas tentang pentingnya saling peduli dan tolong-menolong dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan membangun komunitas yang harmonis dan penuh kebaikan, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mendukung terwujudnya kebahagiaan bersama di tengah masyarakat Tasikmalaya.
 
Ke depannya, pengurus masjid berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan positif seperti ini tidak hanya selama bulan Ramadhan tetapi juga di luar bulan suci tersebut. Rencana untuk mengembangkan kegiatan ini dengan menambahkan program belajar agama bersama dan kegiatan sosial lainnya juga sedang disusun dengan cermat. Semoga dengan adanya berbagai kegiatan positif ini, masjid Nurul Hijrah Al Khairat dapat terus menjadi pusat kebaikan dan wadah untuk memperkuat persatuan serta kesatuan umat muslim di wilayah kita.

 

Kamis, 12 Februari 2026

Tahun Baru dengan Aksi Nyata: Bersih Lingkungan, Eratkan Silaturahmi Pelajar se-Sulawesi Barat

 



Tahun baru biasanya identik dengan perayaan, pesta, dan resolusi pribadi. Namun, bagi para pelajar dari berbagai sekolah di Sulawesi Barat, awal tahun justru diwarnai dengan kegiatan yang jauh lebih bermakna: **aksi sosial bersih-bersih lingkungan** yang sekaligus menjadi wadah **silaturahmi dan bertukar pikiran antar sekolah**.

Kegiatan ini bukan hanya tentang memungut sampah, tetapi juga tentang membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak, terutama generasi muda.

---

## **Mempertemukan Pemimpin Muda dari Berbagai Sekolah**

Aksi sosial ini mempertemukan perwakilan **OSIS, MPK, dan Duta Lingkungan Hidup** dari berbagai sekolah di Sulawesi Barat. Mereka hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai representasi pelajar yang peduli terhadap masa depan lingkungan.

Perwakilan yang hadir antara lain:

* **MAN 1 Mamuju**: *Muh. Khaeriansyah Asri* (Wakil Ketua MPK MAN 1 Mamuju)
* **SMAN 2 Majene**: *Nur Citra Maulidia* (Duta Lingkungan Hidup Smada)
* **SMAN 1 Majene**: *Muh. Fadel Fatahillah* (Ketua Duta Lingkungan Hidup Smansa Majene)
* **SMAN 1 Wonomulyo**: *Muh. Raffi H* (Utusan OSIS SMAN 1 Wonomulyo)
* **MAN 1 Polman**: *Nur Syafitri H* (Utusan Duta Lingkungan Hidup Mansapolman)
* **SMAN 1 Mamuju**: *Sulfiyani Sukma* (Waketos Smansa) dan *Muh. Raffi Baziut Subhan* (Utusan Duta Lingkungan Hidup Smansa)
* **SMK Rangas**: *Kaarell* (Ketua OSIS Periode 2024/2025)
* **SMA IT Buahati Mamuju**: *Azzahra Syabila Jaya* dan *Muh. Faros* (Utusan OSIS)

Pertemuan ini menjadi momen berharga karena mempertemukan pemimpin-pemimpin muda dari berbagai daerah untuk satu tujuan yang sama: **lingkungan yang lebih bersih dan sehat**.

---

## **Bersih Lingkungan, Bersih Pikiran**

Selain melakukan kegiatan bersih-bersih, para peserta juga berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai kondisi lingkungan di daerah masing-masing. Mereka berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi yang bisa diterapkan bersama.

Dari diskusi tersebut, mereka berkesimpulan bahwa:

> **Lingkungan hidup akan terjaga jika anak muda ikut turun langsung mengambil bagian.**

Kebersihan lingkungan tidak cukup hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat. Peran pelajar sebagai generasi penerus sangat penting dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan.

---

## **Suara Pelajar untuk Lingkungan**

Dalam kegiatan ini juga muncul harapan agar pemerintah:

* Mendengarkan saran dari masyarakat, khususnya generasi muda
* Memberikan respon yang sigap terhadap berbagai aduan lingkungan
* Mendukung gerakan peduli lingkungan yang digagas pelajar

Para pelajar percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama anak muda, adalah kunci utama menjaga kelestarian lingkungan.

---

## **Penutup**

Kegiatan awal tahun ini membuktikan bahwa generasi muda Sulawesi Barat tidak hanya penuh semangat, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Aksi bersih lingkungan ini menjadi simbol bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, dari tangan-tangan pelajar yang peduli.

Tahun baru pun dibuka dengan harapan baru: lingkungan yang lebih bersih, hubungan antar sekolah yang semakin erat, serta semangat kolaborasi demi masa depan yang lebih baik. 🌿✨

Keluargaku, Sumber Bahagia dan Kebanggaanku


 Keluarga adalah tempat pertama seseorang belajar tentang cinta, tanggung jawab, dan arti kebersamaan. Bagiku, keluarga bukan hanya orang-orang yang tinggal satu rumah, tetapi tempat pulang paling nyaman, sumber semangat, dan alasan untuk terus berjuang meraih masa depan. Aku merasa sangat bersyukur dilahirkan di tengah keluarga yang penuh kasih sayang, saling mendukung, dan selalu mengajarkan nilai-nilai kebaikan.

Di balik keluarga yang hangat ini, ada sosok ayah dan ibu yang menjadi fondasi utama kehidupan kami.

Sosok Ayah yang Pekerja Keras

Ayahku bernama Asri Abdullah, biasa dipanggil Acci. Beliau lahir di Mamuju, 27 Februari 1986. Ayah bekerja di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat sebagai pengurus barang daerah. Dalam pekerjaannya, ayah dikenal sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan tekun.
Di luar pekerjaannya, ayah memiliki hobi memancing dan juga merawat gedung walet miliknya. Dari ayah, kami belajar arti kerja keras, ketekunan, dan kesabaran. Ayah bukan hanya kepala keluarga, tetapi juga panutan yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya.

Ibu, Sumber Kasih Sayang dan Motivasi

Ibuku bernama Khaerani Anwar, S.M, lahir di Pekkabata Pinrang, 1 Oktober 1986. Ibu bekerja di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Barat pada bagian Barang Milik Daerah.
Ibu sangat hobi memasak, dan masakannya selalu menjadi hal yang kami tunggu di rumah. Selain itu, ibu adalah sosok yang tidak pernah lelah memberi nasihat, motivasi, dan dukungan kepada anak-anaknya. Dari ibu, kami belajar tentang kelembutan, kesabaran, dan pentingnya semangat dalam menjalani hidup.

Lima Anak dengan Cerita Masing-Masing

Ayah dan ibu dikaruniai lima orang anak, dan masing-masing memiliki karakter serta kesenangan yang berbeda.


Muh. Khaeriansyah Asri (saya sendiri), lahir di Mamuju, 6 November 2008. Saat ini bersekolah di MAN 1 Mamuju. Saya memiliki hobi menulis dan mendengarkan musik.


Muh. Algifarih Asri (Algi), lahir di Mamuju, 5 April 2013, bersekolah di MTsN 1 Mamuju, hobi bermain Roblox.


Muh. Azka Asri (Azka), lahir di Mamuju, 6 Juli 2017, bersekolah di SD Inpres Karema, hobi bermain bola.


Khairunnisa Salsabila Asri (Caca), lahir di Pinrang, 19 Januari 2021, empat hari setelah gempa bumi Mamuju–Majene 6,2 SR. Ia hobi mewarnai.


Muhammad Alfarizi Asri (Fariz), lahir di Mamuju, 11 November 2024. Karena masih balita, hobinya tentu minum susu dan masih sangat membutuhkan bimbingan.


Kami berlima tumbuh dengan canda, kadang juga dengan keributan kecil khas saudara, tapi semua itu justru membuat rumah terasa hidup dan penuh warna.

Sebagai Anak Pertama

Sebagai anak pertama, aku merasa bahagia dan bangga bisa menjadi bagian dari keluarga ini. Keluargaku adalah keluarga yang bagiku sangat sempurna—bukan karena tanpa kekurangan, tetapi karena selalu ada cinta, dukungan, dan kebersamaan di dalamnya.
Aku ingin menjadi anak yang bisa dibanggakan orang tua dan menjadi contoh yang baik bagi adik-adikku. Semua doa, kerja keras, dan pengorbanan ayah dan ibu menjadi motivasi terbesarku untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan meraih masa depan yang cerah.

Penutup

Keluarga adalah harta paling berharga dalam hidupku. Dari keluarga inilah aku belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, dan arti saling menjaga. Semoga kami semua selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, dan bisa terus bersama dalam kebaikan.
Karena pada akhirnya, rumah bukan hanya tempat tinggal — tetapi tempat di mana hati selalu ingin kembali. 🤍🏡

Selasa, 10 Februari 2026

Belajar Bijak Bermedia Sosial: Praktik Pembelajaran Informatika tentang Dampak Sosial Informatika


 

Pembelajaran Informatika tidak selalu tentang komputer dan kode program. Kali ini, siswa kelas 12 mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda melalui materi Dampak Sosial Informatika, yang membahas bagaimana teknologi memengaruhi kehidupan manusia, khususnya dalam penggunaan media sosial.


Dalam praktik pembelajaran ini, siswa mempelajari satu topik penting yang sangat dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari, yaitu bahaya oversharing di media sosial. Banyak remaja sering tanpa sadar membagikan terlalu banyak informasi pribadi, seperti lokasi, aktivitas harian, data diri, bahkan masalah pribadi. Padahal, kebiasaan tersebut bisa membuka peluang terjadinya berbagai tindak kejahatan digital.


Oversharing dan Risiko Kejahatan Digital


Melalui penjelasan materi, siswa memahami bahwa tidak semua hal layak dibagikan di internet. Informasi yang terlihat sepele, seperti foto rumah, kartu identitas, tiket perjalanan, atau lokasi secara real-time, bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Guru menjelaskan bahwa oversharing dapat menyebabkan:


Pencurian identitas


Penipuan online


Peretasan akun


Penguntitan (stalking)


Penyalahgunaan data pribadi


Dari sini siswa mulai sadar bahwa media sosial bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga ruang publik digital yang perlu digunakan dengan bijak dan penuh tanggung jawab.


Kreatif Belajar Lewat Poster Edukasi di Canva


Sebagai bagian dari praktik pembelajaran, para siswa diberi tugas membuat poster edukasi menggunakan platform desain Canva. Kegiatan ini diikuti oleh hampir seluruh siswa kelas 12 dengan penuh antusias.


Melalui poster, siswa menuangkan pesan-pesan penting tentang etika dan keamanan digital, seperti:


“Pikir dulu sebelum posting”


“Jaga privasi, lindungi diri”


“Tidak semua momen harus dibagikan”


“Data pribadi bukan untuk konsumsi publik”


“Jejak digital itu nyata”


Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas desain, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga diri di dunia digital.


Pesan Edukasi yang Menguatkan Kesadaran Siswa


Menariknya, dari setiap poster yang dibuat, muncul berbagai pesan positif yang semuanya mengarah pada edukasi sesama siswa. Mereka saling mengingatkan bahwa keamanan di dunia maya sama pentingnya dengan keamanan di dunia nyata.


Pembelajaran ini membuat siswa lebih sadar bahwa mereka memiliki tanggung jawab terhadap apa yang mereka bagikan. Media sosial seharusnya menjadi tempat berbagi hal baik dan bermanfaat, bukan ruang yang justru membahayakan diri sendiri.


Penutup


Kegiatan praktik pembelajaran Informatika ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi sarana edukasi yang kuat. Dengan memahami dampak sosial informatika, khususnya tentang bahaya oversharing, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga membangun sikap bijak dalam menggunakan media sosial.


Harapannya, melalui poster-poster edukasi yang telah dibuat, kesadaran tentang keamanan digital akan terus tumbuh, sehingga siswa dapat menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab di dunia digital. 🌐✨


Persahabatan yang Tumbuh Bersama Mimpi: Alya, Aina, dan Heri



Persahabatan sering kali datang tanpa direncanakan, tapi justru meninggalkan cerita paling dalam. Begitulah kisah persahabatan antara Alya, Aina, dan Heri yang dimulai dari satu tempat sederhana namun penuh makna: MAN 1 Mamuju.


Awal pertemuan mereka terjadi saat sama-sama bergabung di ekskul Arabic Club. Dari kegiatan belajar bahasa Arab, latihan percakapan, sampai berbagai kegiatan sekolah lainnya, perlahan mereka tidak hanya menjadi teman satu organisasi, tapi juga menjadi teman cerita, teman tawa, dan teman tumbuh bersama. Dari situlah benih persahabatan itu mulai kuat, mengakar, dan bertahan hingga sekarang.


Lewat Tawa, Lewat Ujian, Tetap Bersama


Seperti persahabatan pada umumnya, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Ada perbedaan pendapat, kesalahpahaman kecil, dan momen-momen lelah karena tugas sekolah yang menumpuk. Tapi hebatnya, hal-hal itu tidak pernah menjadi alasan untuk berpisah. Justru dari situlah mereka belajar saling mengerti.


Banyak sekali momen suka yang mereka lewati bersama—tertawa di sela pelajaran, bercanda saat latihan ekskul, sampai saling menyemangati saat salah satu sedang tidak baik-baik saja. Mereka bukan hanya hadir saat senang, tapi juga saat salah satu merasa jatuh. Persahabatan mereka bukan tentang siapa yang paling hebat, tapi tentang siapa yang tetap tinggal saat keadaan tidak mudah.


Bagi mereka, masalah bukan pemecah, tapi penguat. Setiap tantangan justru membuat hubungan mereka makin dewasa. Mereka belajar bahwa sahabat sejati bukan yang selalu sepaham, tapi yang selalu berusaha memahami.


SNBP: Mimpi yang Sedang Diperjuangkan Bersama


Akhir-akhir ini, topik pembicaraan mereka lebih sering dipenuhi satu kata: SNBP. Sebuah kata yang membawa harapan besar. Alya, Aina, dan Heri dinyatakan sebagai siswa eligible, yang berarti mereka berhak mendaftar ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP. Bagi mereka, ini bukan sekadar jalur masuk kuliah—ini adalah pintu menuju masa depan.


Setiap kali berkumpul, obrolan mereka sering berujung pada jurusan impian, kampus tujuan, dan doa-doa yang mereka panjatkan diam-diam. Mereka saling menyemangati, saling mengingatkan untuk tetap belajar, dan terus berpikir positif. Di balik canda mereka, ada harapan yang sama: semoga SNBP menjadi takdir baik dan keberuntungan untuk mereka bertiga.


Mereka percaya bahwa usaha yang dilakukan bersama akan terasa lebih ringan. Ketika satu merasa ragu, yang lain menguatkan. Ketika satu merasa takut, yang lain mengingatkan bahwa mereka sudah sejauh ini melangkah.


Lebih dari Sekadar Sahabat


Persahabatan Alya, Aina, dan Heri bukan hanya tentang masa sekolah, tapi tentang perjalanan hidup. Mereka tumbuh bersama mimpi, harapan, dan doa. Mereka belajar bahwa sahabat sejati bukan hanya hadir di foto kenangan, tapi juga di setiap langkah menuju masa depan.


Kini, mereka berdiri di gerbang baru kehidupan. Apa pun hasil SNBP nanti, satu hal yang pasti: mereka telah memiliki sesuatu yang lebih berharga dari sekadar kelulusan—persahabatan yang tulus dan saling menguatkan.


Dan mungkin, di masa depan nanti, ketika mereka sudah menempuh jalan masing-masing, mereka akan melihat ke belakang dan tersenyum, mengingat bahwa semua ini pernah dimulai dari sebuah ekskul kecil bernama Arabic Club, di MAN 1 Mamuju. 🤍
 

Senin, 09 Februari 2026

Green Generation Sulawesi Barat Beraksi: Aksi Bersih Jalan Alteri Awali Tahun dengan Kepedulian Lingkungan


 Tahun baru bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang harapan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Semangat inilah yang ditunjukkan oleh Green Generation Sulawesi Barat melalui kegiatan aksi bersih-bersih di Jalan Alteri yang dilaksanakan pada 1 Januari 2026. Di saat sebagian orang masih menikmati suasana liburan, para relawan justru memilih memulai tahun dengan aksi nyata untuk lingkungan.


Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai kalangan pelajar dan mahasiswa. Empat sekolah turut ambil bagian, yaitu SMA 1 Mamuju, SMA 2 Mamuju, MAN 1 Mamuju, dan SMK Rangas, serta partisipasi dari mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Kolaborasi lintas sekolah dan mahasiswa ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan mampu menyatukan generasi muda dalam satu tujuan yang sama.

Aksi ini dipimpin langsung oleh Team Leader Sulfiyani Sukma bersama Sekretaris Kegiatan Muhammad Khaeriansyah Asri. Dengan koordinasi yang baik, para peserta menyusuri area Jalan Alteri dan sekitarnya untuk mengumpulkan sampah sisa perayaan malam tahun baru. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat serta sumbangsih dari Wakil Bupati Majene, Ibu Andi Rita Maharani, yang semakin memperkuat semangat para relawan.

Menariknya, kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat dan para pengunjung Pantai Alteri yang sedang menikmati waktu libur dengan berenang dan bersantai. Salah seorang pengunjung menyampaikan,

“Saya selaku pengunjung di sini dan selaku warga Mamuju merasa bahagia dengan adanya aksi bersih-bersih lingkungan ini karena bisa mengurangi sampah yang ada, mengingat semalam sehabis pelaksanaan tahun baru.”

Dari aksi tersebut, para relawan berhasil mengumpulkan 45 kilogram sampah. Jumlah ini menjadikan titik Jalan Alteri sebagai lokasi dengan perolehan sampah terbanyak se-Sulawesi dalam kegiatan serupa. Fakta ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesadaran menjaga kebersihan masih perlu terus ditingkatkan, terutama setelah acara besar yang melibatkan banyak orang.

Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi juga bentuk edukasi langsung kepada masyarakat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui aksi nyata seperti ini, Green Generation Sulawesi Barat membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi garda terdepan dalam gerakan peduli lingkungan.

Semoga langkah kecil di awal tahun ini menjadi awal dari gerakan besar yang berkelanjutan, demi Sulawesi Barat yang lebih bersih, sehat, dan hijau 🌱

UPACARA TERAKHIR ANGKATAN 38 MAN 1 MAMUJU

 


Pada Hari Senin (9/2/2026) MAN 1 Mamuju melaksanakan upacara bendera pada Senin, 9 Februari 2026. Upacara ini menjadi momen yang sangat berkesan karena sekaligus menjadi upacara terakhir bagi siswa kelas XII angkatan ke-38 (Octrias) sebelum mereka menuntaskan masa pendidikan di bangku madrasah.

Upacara berlangsung dengan khidmat di lapangan MAN 1 Mamuju dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf madrasah. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak Ma’ruf, yang menyampaikan amanat penuh motivasi dan makna bagi seluruh peserta, khususnya siswa kelas XII.

Dalam amanatnya, Bapak Ma’ruf berpesan agar para siswa terus berjuang dan menjadikan orang-orang hebat sebagai sosok inspirator ke depannya. Menurut beliau, kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dipenuhi kerja keras, disiplin, dan pengorbanan.

Sebagai contoh sosok inspiratif, beliau mengangkat kisah Cristiano Ronaldo, seorang pesepakbola dunia yang dikenal bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga karena perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Dari latar belakang sederhana hingga menjadi salah satu pesepakbola terbaik di dunia, Cristiano Ronaldo menjadi bukti nyata bahwa kegigihan dan tekad yang kuat mampu mengantarkan seseorang meraih impian besar.

Pesan tersebut disambut dengan penuh perhatian oleh para siswa. Bagi kelas XII angkatan 38, upacara ini menjadi penutup perjalanan yang sarat kenangan, kebersamaan, serta pembelajaran hidup selama menempuh pendidikan di MAN 1 Mamuju.

Upacara terakhir ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah baru bagi para siswa kelas XII untuk melanjutkan perjuangan di jenjang kehidupan berikutnya. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang telah didapatkan, diharapkan mereka mampu menjadi generasi yang tangguh, berprestasi, dan membanggakan almamater MAN 1 Mamuju.

halte siswa

 terakhir banget deh untuk hari ini (9/03/26) mauu pamerr lagii huhu akuu lgi disekolah tapii ini sekolah nya dulu hijau hijau sekarang suda...